Kamis, 05 Juni 2014

Future

Solo, tiga bulan yang lalu. Mesin waktu terus mendorong poros bumi. Aku tahu, ketika itu kita masih saling merindu. Kau ceritakan semua harapanmu untuk kita. Sementara, kita tidak pernah tahu tentang masa depan. Kita takut; merasakan, memiliki merindikan, kehilangan. Tapi aku tak pernah berhenti sampai di situ. Aku tetap mengindahkan doaku.

Tidak ada komentar: